Anda tentu kenal dengan magnet atau besi berani. Magnet bisa menarik logam lain yang ada di sekitarnya. Bahkan manusia pun hidup dengan tarikan sebuah magnet yang sangat besar, yaitu magnet bumi. Lalu, apa yang dimaksud dengan magnet rezeki? Coba bayangkan dua skenario berikut. Pertama, Anda bekerja mati-matian mengejar rezeki, banting tulang dari pagi sampai malam. Kedua, Anda menarik rezeki. Order proyek dan customer mencari Anda, artinya rezeki bergerak mendatangi Anda. Mana yang Anda pilih? Tentu kita sepakat untuk memilih skenario kedua. Paling tidak ada dua keuntungan yang kita dapatkan ketika menjadi magnet rezeki, pertama stabilitas rezeki yang senantiasa mendatangi kita dan kedua kebebasan mengalokasikan sumber daya untuk hal-hal yang paling berharga dalam hidup kita. 

 Pertanyaan berikutnya, bisakah itu terjadi? Kalau Anda pernah membaca buku atau menonton DVD ”The Secret” atau mempelajari ”The Law of Attraction”, tentu Anda faham bahwa kita menarik segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, entah baik ataupun buruk. The Law of Attraction atau hukum ketertarikan ini bekerja seperti hukum alam lainnya. Contohnya hukum gravitasi. Entah Anda seorang yang taat beribadah atau banyak berbuat dosa, ketika Anda nekat menjatuhkan diri dari atas gedung bertingkat sepuluh tanpa pengaman apapun, Anda akan menghantam bumi dan meninggal dunia. Begitu juga dengan hukum ketertarikan, seseorang akan menarik apapun yang menjadi pusat perhatian dan keyakinannya, tidak peduli apakah itu sebuah kebaikan atau keburukan.

Artinya, kalau kita ingin menjadi magnet rezeki, hal yang paling mendasar adalah memberikan perhatian penuh pada rezeki yang ingin kita tarik dan membulatkan keyakinan kepada Yang Maha Memberikan Rezeki. Dengan kata lain, fokus pada rezeki.

Ada empat hal yang penting agar kita dapat mengaktivasi magnet rezeki kita. Aktivasi pertama adalah bersyukur. Rasa syukur akan mengundang rezeki yang lebih banyak. Syukur pada Tuhan juga perlu kita iringi dengan rasa terima kasih kepada orang yang telah menjadi jalan rezeki bagi kita. Bisa jadi itu mitra usaha, para investor, para customer, atau pihak lainnya. Bersyukur atas apa yang kita miliki tidak sama dengan menyerah pada keadaan. Rasa syukur, sekalipun dalam keterbatasan, akan memancarkan energi positif. Sedangkan perasaan menyerah akan sebaliknya mengeluarkan energi negatif. Ingat, kita hanya akan menarik apa yang kita pancarkan.

Aktivasi kedua adalah menjalin silaturahmi. Sahabat tentu familiar dengan ungkapan ”kebanyakan orang mencari pekerjaan sementara orang kaya membangun jaringan”. Sahabat, silaturahmi adalah jalan memperlancar rezeki. Logikanya sederhana, bukankah ketika Anda meminta rezeki pada Tuhan, rezeki itu kemudian hadir lewat manusia juga? Artinya jika Anda konsisten menjalin dan menambah relasi, Anda sedang memperbanyak alternatif saluran rezeki untuk mendatangi Anda. Jadi, segera hubungi lagi jaringan lama Anda dan tambah teman Anda setiap hari.

Aktivasi ketiga adalah berdo’a. Teknologi do’a adalah cara kita memberikan perhatian penuh pada rezeki yang kita harapkan. Ketika berdo’a, kita merangkai kata. Itu sama artinya dengan menstrukturisasi fikiran kita. Dampaknya, kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang harapan kita dan lebih fokus kepadanya. Do’a juga merupakan cerminan kesadaran kita akan kebutuhan pada Yang Maha Memberi Rezeki. Saran saya, lakukan do’a ini dengan hati yang tulus dan perasaan yang yakin. Semakin kuat keyakinan, semakin kuat pula sinyal yang Sahabat pancarkan untuk menarik rezeki tadi.

Setelah melakukan tiga langkah aktivasi di atas, lengkapilah dengan bersedekah atau charity. Hal ini akan memupuk mentalitas kemelimpahan dalam jiwa, sehingga akan memperbesar wadah rezeki, sekaligus membebaskan diri dari perasaan terbatas dan mentalitas kelangkaan. Sehingga jangan heran ketika banyak memberi, maka rezeki yang mendatangi pun akan semakin banyak. If you give more, you will get even more!

Jadi jika sahabat ingin menjadi magnet rezeki, fokuslah pada rezeki yang diharapkan. Lalu aktivasi magnet rezeki Anda dengan bersyukur, menjalin silaturahmi, berdo’a dan banyak bersedekah.

semoga tulisan ini memberikan inspirasi berharga bagi sahabat. Selamat menarik rezeki yang berlimpah, halal dan berkah. Sukses!